Innalillahi wa inna illa’ihi roji’un
Kami segenap jajaran PNPM MANDIRI PERDESAAN Daerah Istimewa Yogyakarta

Turut Berbela Sungkawa sedalam-dalamnya Atas  Wafatnya

Bapak Drs. H. Kun Wildan, MBA,

Direktur Kelembagaan & Pelatihan Masyarakat Ditjen PMD.

Semoga Khusnul Khotimah dan amal ibadah beliau di terima Allah SWT,

dan Keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan Aamiin


LPJ00022 copyrekruitmen FT copyLPJ00021 copyLPJ0001 copy

 

RAPAT KOORDINASI PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Upaya peningkatan kesejahteraan rakyat telah dilakukan Pemerintah melalui berbagai program, diantaranya adalah PNPM. Namun masih dilaksanakan secara parsial, menyadari pentingnya sinkronisasi program tersebut maka Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat melalui Deputi Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak melaksanakan Rapat Koordinasi yang penyelenggaraannya dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 Maret 2014 di Hoten Ina Garuda Yogyakarta.Dalam Rakor tersebut dihadiri dari berbagai instansi dari Tingkat Pusat yang terdiri dari:

  1. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak, Kemenko Kesra.
  2. Kementrian koperasi dan UKM
  3. Ditjen PMD, Kementrian Dalam Negeri
  4. Kedeputian PUG Bidang Ekonomi, KPPPA,
  5. Ditjen Bp2HP, Kementrian Pertanian
  6. Kementrian Kelautan dan Perikanan,
  7. Wilayah II, Kementrian Perindustrian

20140319_134524_FotorAdapun dari Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari berbagai instansi terkait dan dari Para Konsultan dan Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM MPd), juga Camat, UPK dan wakil dari Kelompok Simpan Pinjam PPNPM MPd .

Dalam Rakor kali ini dibahas dan didikusikan berbagai kendala dan sekaligus mencari solusi penyelesaian yang nantinya di Tahun Anggaran 2015 diharapkan mampu untuk dilaksanakan dan sekaligus sebagai strategi pengembangan kelompok UKM agar lebih bisa mandiri sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin besar yang pada akhirnya akan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

Disampaikan pula paparan dan arahan dari Deputi Menko Kesra Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak oleh Ibu Ina Hernawati, dan Ibu Magdalena dari  Asisten Deputi Menko Kesra Urusan Pengembangan Keuangan Mikro dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna.

Dalam kesempatan itu juga dihadirkan langsung sebagi nara sumber diantaranya, kelompok koperasi di imogiri yang punya produksi andalan peyek kacangnya, kelompok  TKI Purna yang punya seabreg kegiatan khususnya dalam pengelolaan home stay di wilayah Wisata Nglanggeran Patuk Gunungkidul dengan Gunung Purba dan Embung nya dan juga UPK PNPM MPd Kecamatan Patuk yang dengan gigih beserta dengan Camat untuk memasarkan hasil produk produk unggulan kelompok dan mencoba memerangi “Bank Plecit” agar masyarakatnya tidak terlilit hutang yang semakin menyengsarakan rakyat kecil.

Adapun hasil dari Rakor tersebut menelurkan beberapa point, sebagai berikut:

 

  1. Perekonomian Indonesia secara makro telah tumbuh pesat dan semakin kuat, dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5-6,5% per tahun, sehingga menempatkan Indonesia pada jajaran Negara berpendapatan menengah. Namun hal ini belum diikuti dengan tingkat pendapatan secara merata di seluruh lapisan masyarakat;
  2. Salah satu syarat Negara akan maju apabila memiliki tenaga enterpreunership/wira usaha minimal 2 %, Indonesia baru memiliki kurang dari 1,5 % untuk itu perlu upaya bersama dalam mendorong pencapaian pertumbuhan wirausaha;
  3. Peningkatan  pertumbuhan ekonomi dan kemandirian ekonomi masyarakat hanya dapat dilakukan melalui pemberdayaan, harus ditangani secara terkoordini rantar Intansi terkait/SKPD karena peningkatan ekonom ikeluarga tidak dapat dilaksanakan oleh satu Kementerian/SKPD;
  4. Program pemberdayaan masyarakat di Kementerian/Lembagaa/SKPD dalam upaya peningkatan partisipasi pemberdayaan kelompok masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, serta tersedianya sarana dan prasarana perlu disinkronkan dan diintegrasikan dengan PNPM;
  5. Permasalahan dalam peningkatan ekonomi keluarga yang dihadapi antara lain masih rendahnya SDM, rendahnya keterampilan, terbatasnya lapangan pekerjaan, sehingga menyebabkan tingginya pengangguran di DIY yang berakibat pada kurangnya akses pasar dan permodalan bagi kelompok masyarakat;
  6. Perempuan sudah mulai memiliki peran dalam menyumbang perekonomian keluarga,namun belum diikuti dengan angka penurunan kemiskinan, utk mempercepat penurunan angka kemiskinan perlu ada peningkatan upaya bersama pemerintah dan masyarakat serta pengusaha dalam pendampingan, kelembagaan masyarakat dan pengawasan
  7. Dalam upaya mengentaskan kemiskinan diperdesaan, diupayakan dengan Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara bersama antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha melalui koordinasi yang efektif melalui pendekatan pendampingan usaha mikro yang berkesinambungan;
  8. Program PNPM Mandiri cukup efektif dalam upaya penanggulangan kemiskinan, namun demikian belum diikuti oleh angka penurunan kemiskinan oleh karena itu perlu ada upaya bersama mendorong peran serta semua unsure yg terkait ( masyarakat, pemerintah dan dunia usaha);
  9. Kebijakan pemerintah dalam upaya mengurangi jeratan rentenir yang menyengsarakan masyarakat, perlu adanya kajian mendalam tentang bahaya rentenir yang telah banyak memakan korban rakyat miskin sebagai bahan kebijakan dalam pemberantasan praktek rentenir di perdesaan;

Praktek rentenir masih marak di berbagai daerah, oleh karena itu perlu sinergitas dari pemangku kepentingan (pemerintah, swasta, dan pelaku ekonomi) dalam menciptakan program dan kegiatan pemberdayaan yang pro-rakyat dan pro-poor yang mengarah pada pengembangan wira usahawan baru.

  1. Pengalaman koperasi dalam menggalang pengrajin dana tau usaha keluarga berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi perempuan dan berhasi lmeningkatkan ekonomi perempuan. Namun demikian masih perlu ditingkatkan standar kualitas bahan baku, pengolahan, dan hasil produksi, serta pemasaran.
  2. Perlu sinergitas dan integras idari semua unsure masyarakat (pemangku kepentingan) mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga;
  3. Belum semua kelompok di daerah bias mengakses program dan kegiatan dari SKPD, oleh karena itu perlu sosialisasi dan pendampingan secara intensif untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kewirausahaan dalam mengakses program dan kegiatan;
  4. TKI purna sudah merintis usaha untuk memanfaatkan potensi sumber daya local misalnya di bidang pariwisata dan ekonom ikreatif (kerajinan, homestay,makanan, dan pelatihan). Hal ini perlu dijadikan model atau contoh yang dapat dikembangkan di daerah-daerah lain. Kondis iini diharapkan sebagai pencegah warga untuk bekerja di luar negeri, sekaligus mengoptimalkan dan memberdayakan TKI purna.

20140319_204222_Fotor

Dalam Rakor Peningkatan Ekonomi Keluarga, telah terjadi saling tukar-menukar pengalaman dalam menyelesaikan masalah di daerah melalui berbagai program dan kegiatan sebagai upay apeningkatan ekonom ikeluarga antara DIY dengan Propinsi Jawa Barat, Propinsi Jawa Tengah, dan Propinsi JawaTimur.

und seleksi FT

1779318_737389519629111_1048121149_n

NO NAMA ALAMAT
ALAMAT KTP DOMISILI
1 Hasbi Assidiqi Wonokerto 01 /II, Tegalrejo, Magelang, Jateng Wonokerto 01 /II, Tegalrejo, Magelang, Jateng
2 Fajar Hartanto, ST Jetis RT 1 RW 2, Sawit, Gantiwarno, Klaten Pogung Lor F 253, Sinduadi, Mlati, Sleman
3 Andito Sumiyono, ST JL Jati Selatan Dalam VI/79 Banyumanik Semarang JL Jati Selatan Dalam VI/79 Banyumanik Semarang
4 Martha, ST Perum Puri Potorono Asri B-7 Jl Wonosari KM 8 YK Perum Puri Potorono Asri B-7 Jl Wonosari KM 8 YK
5 Ratih Novita Dewi, ST Kredita, Trunuh, Klaten Selatan, Jateng 57421 Kredita, Trunuh, Klaten Selatan, Jateng 57421
6 Adam Tri Wahyu Wibowo, ST Kanoman KD V no 224 RT 7 RW XX, Banguntapan, Bantul, DIY Jl Literari 98 RT 3 RW VI, Perum UNS Jati, Jaten, Karanganyar, Solo, 577731
7 Sinung Basuki Hermawan, ST RW. Jontakan RT 001/003 Taji Prambanan Klaten RW. Jontakan RT 001/003 Taji Prambanan Klaten
8 Agus Yuliyanto, ST Jamburejo RT 002/ 009 Manjung Ngawen Klaten Jamburejo RT 002/ 009 Manjung Ngawen Klaten
9 Supriyanto, ST Juron Rt 001/ 005 Juron Nguter Sukoharjo Juron Rt 001/ 005 Juron Nguter Sukoharjo
10 Gatot Suryo Widodo, ST Mayangan Rt 004/014 Trihanggo Gamping Sleman Mayangan Rt 004/014 Trihanggo Gamping Sleman
11 Arif Nugroho, ST Tegalsari RT 004/032 Kadipiro Banjarasri Surakarta Tegalsari RT 004/032 Kadipiro Banjarasri Surakarta
12 Kristian Setya Nugroho, ST Nglampeng RT 2 RW 3 Jetis, Klaten 57421 Nglampeng RT 2 RW 3 Jetis, Klaten 57421
13 Paulus Dedy Himawan, ST RT 1 RW 3 Jebugan, Klaten Utara, Klaten 57433 RT 1 RW 3 Jebugan, Klaten Utara, Klaten 57433
14 Robert Edi Susilo, ST Badran Asri RT 1 RW 10 Cangakan, Karanganyar, Surakarta 57712 Badran Asri RT 1 RW 10 Cangakan, Karanganyar, Surakarta 57712
15 Andry Yuliantoro, ST Komp Pertamina M 05 Purwomartani, Sleman, DIY Komp Pertamina M 05 Purwomartani, Sleman, DIY
16 Amir hamzah, ST rt 1 rw 1 Lumbu, Kutowinangun, Kebumen, Jateng rt 1 rw 1 Lumbu, Kutowinangun, Kebumen, Jateng
17 Akhmad Subakhin, ST Ngembalharjo RT 7 RW 4 Bae, Kudus Ngemplak, Karangjati RT 8 RW 38 Sindudi, Mlati, Sleman
18 Deni Asrachuddin Kesuma Sukoharjo, Cupuwatu I RT 9 RW 3, Gg Kutilang No 8 Purwomartani, Kalasan, Sleman Sukoharjo, Cupuwatu I RT 9 RW 3, Gg Kutilang No 8 Purwomartani, Kalasan, Sleman
19 Sutrisno,ST Kranggan RT1 RW 7 Desa Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo, Jateng Kranggan RT1 RW 7 Desa Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo, Jateng
20 Tedy Agung Nugroho, ST Jarum RT 1 RW 10 Kedungjambal, Tawangsri, Suloharjo, Jateng 57561 Jarum RT 1 RW 10 Kedungjambal, Tawangsri, Suloharjo, Jateng 57561
21 Andreas Roberd Yuliand Jl Garuda Sakti No 71 RT 3 RW 25 Perum Gebang Kadipiro Banjarsari, Surakarta Jl Garuda Sakti No 71 RT 3 RW 25 Perum Gebang Kadipiro Banjarsari, Surakarta

file excell download di sini: ShortList for m basit

DIBUTUHKAN SEGERA

Sebagai upaya untuk penguatan Kelompok Simpan Pinjam dan Kelompok Usaha Ekonomi Produktif pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd), maka Satuan Kerja Daerah Istimewa Yogyakarta membuka kesempatan kepada putra putri bangsa untuk berkarir menjadi Fasilitator Perguliran dan Pengembangan Usaha (kode : F-PPU); Kualifikasi & Kompetensi :

1. Pendidikan S-1 atau D-3 semua disiplin ilmu (diutamakan Pendidikan Ekonomi),

2. Memiliki pengalaman kerja yang relevan untuk S-1 minimal 6 tahun dan D-3 minimal 8 tahun,

3. Berpengalaman dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan simpan pinjam,

4. Diutamakan yang memiliki latar belakang pemberdayaan ekonomi pedesaan, berpengalaman dalam penguatan dan pengembangan jaringan lembaga pengelolaan pinjaman mikro,

5. Memahami cara memfasilitasi pengembangan usaha,

6. Memahami administrasi keuangan dan standar sistem akuntansi,

7. Memahami laporan keuangan (Neraca, Laporan Rugi/Laba,dsb), laporan kesehatan lembaga keuangan dan laporan kesehatan pinjaman,

8. Memahami prinsip dan prosedur pengelolaan lembaga keuangan mikro/simpan pinjam/BPR/Koperasi dsb,

9. Mampu mengoperasikan komputer minimal Microsoft Office (word, excel, powerpoint) dan Internet.

10. Usia maksimal 50 tahun.

Surat lamaran ditujukan kepada : Satker PNPM Mandiri Perdesaan DIY Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Jln. Tentara Rakyat Mataram No. 31, Yogyakarta 55231 dengan melampirkan :

1. Surat lamaran ditulis tangan dengan dibubuhi materai Rp. 6.000,-

2. Fotocopy Ijazah terakhir dan Transkip Nilai (yang sudah dilegalisir)

3. Daftar Riwayat Hidup lengkap dengan No. HP dan alamat email.

4. Pas Photo ukuran 4×6 sebanyak 2 (dua) lembar berwarna

5. Fotocopy KTP 1 (satu) lembar

6. Surat Keterangan Pengalaman Kerja

7. Bagi pelamar yang masih aktif di program PNPM, WAJIB menyertakan surat rekomendasi dari Satuan Kerja di lokasi yang bersangkutan.

Lamaran paling lambat diterima tanggal 14 Maret 2014. Hanya pelamar yang memenuhi syarat/kualifikasi yang akan dipanggil untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya.

Silahkan lihat di sini: Iklan PPU DIY (pdf)

1010 jejak

 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Temu Nasional 2014, Sekretariat Pokja Pengendali PNPM Mandiri menyelenggarakan kegiatan Lomba Foto dan Lomba Bercerita dengan tema “1001 Jejak PNPM Mandiri. Selain lomba foto dan bercerita, rangkaian kegiatan Temu Nasional 2014 juga akan terdiri dari Pemilihan Duta PNPM Mandiri, Pemberian Penghargaan, serta Pesta Rakyat.

 

KETENTUAN LOMBA FOTO

  1. Peserta boleh merupakan individu atau perwakilan kelompok
  2. Peserta dibebaskan untuk menerjemahkan tema “1001 Jejak PNPM Mandiri” ke dalam karyanya
  3. Peserta harus mengirimkan karya hasil foto dalam bentuk JPEG
  4. Resolusi upload : sisi terpanjang maksimal 1.024 pixel, minimum 640 pixel
  5. Digital imaging diperbolehkan sebatas cropping, penyesuaian tingkat keterangan, kontras warna dan saturasi tanpa mengubah keaslian objek foto. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi / hasil olahan dari beberapa file
  6. Foto dapat berwarna ataupun hitam putih
  7. Foto dan data diri peserta dikirimkan melalui salah satu media berikut :

dan sekretariat.pnpm@gmail.com

Subject : judul foto, lokasi pengambilan, dan tagar #FotoPNPM

(Contoh: Sekolah Masa Depan – Merauke, Papua #FotoPNPM)

    • Facebook Fan Page PNPM Mandiri

 https://www.facebook.com/PokjaPNPMMandiri

Format : judul foto, lokasi pengambilan, dan tagar #FotoPNPM

(Contoh: Sekolah Masa Depan – Merauke, Papua #FotoPNPM)

Format : judul foto, lokasi pengambilan, dan tagar #FotoPNPM

(Contoh: Sekolah Masa Depan – Merauke, Papua #FotoPNPM)

Ketentuan lainnya :

  1. Peserta boleh mengirimkan maksimal 5 (lima) buah foto
  2. Peserta tidak dipungut biaya apapun dalam mengikuti kompetisi ini
  3. Panitia berhak menggunakan foto pemenang untuk keperluan program PNPM Mandiri
  4. Dilarang menyertakan karya foto yang mengandung unsur pornografi, sadisme, dan SARA, serta yang bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan dan kesusilaan.
  5. Peserta haruslah satu-satunya pemilik sah dari seluruh hak kekayaan intelektual atas hasil karya yang dikirimkan.
  6. Pelaksana dan penyelenggara berhak untuk mendiskualifikasi setiap materi lomba yang diikutsertakan, sebelum, selama, dan sesudah penjurian dilakukan, apabila materi yang  diikutsertakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
  7. Dengan keikutsertaannya dalam kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan. 

 

 

KETENTUAN LOMBA BERCERITA

  1. Peserta boleh merupakan individu atau kelompok
  2. Peserta dibebaskan untuk menerjemahkan tema “1001 Jejak PNPM Mandiri” ke dalam karyanya
  3. Cerita dapat berbentuk tulisan minimal satu paragraf (500 karakter), audio (wawancara, iklan layanan masyarakat, sandiwara radio, diskusi radio), atau video (dokumentasi kegiatan, film dokumenter, film cerita).
  4. Judul cerita bebas namun tetap sesuai dengan tema
  5. Setiap cerita dilengkapi foto yang menunjang cerita kegiatan PNPM Mandiri yang dibahas.
  6. Cerita bukan plagiat/bukan karya peserta sendiri, pemberian data yang keliru dan/atau tidak benar, maka peserta akan didiskualifikasi.
  7. Cerita mencantumkan lokasi kegiatan PNPM Mandiri (dusun/desa, kelurahan/kecamatan, dan propinsi).
  8. Format audio dan video dilengkapi dengan deskripsi minimal satu paragraf (500 karakter) mengenai pihak yang terlibat, isi cerita, dan lokasi kegiatan. Konten dimuat ke YouTube atau 4Shared.
  9. Cerita dan data diri peserta dikirimkan melalui salah satu media berikut :

Ketentuan lainnya :

  1. Pengiriman karya cerita dibuka pada 23 Januari 2014 – 17 Februari 2014
  2. Peserta boleh mengirimkan maksimal 3 (tiga) karya
  3. Peserta tidak dipungut biaya apapun dalam kompetisi ini
  4. Panitia berhak menggunakan karya pemenang untuk keperluan program PNPM Mandiri.
  5. Dilarang menyertakan karya yang mengandung unsur pornografi, sadisme, dan SARA, serta yang bertentangan dengan nilai-nilai kepatutan dan kesusilaan.
  6. Peserta haruslah satu-satunya pemilik sah dari seluruh hak kekayaan intelektual atas hasil karya yang dikirimkan.
  7. Pelaksana dan penyelenggara berhak untuk mendiskualifikasi setiap materi lomba yang diikutsertakan, sebelum, selama, dan sesudah penjurian dilakukan, apabila materi yang diikutsertakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
  8. Dengan keikutsertaannya dalam kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan.

 

 

MEKANISME PENJURIAN

  1. Karya yang tidak memenuhi syarat pengiriman dinyatakan gugur (tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku).
  2. Semua materi diterima paling lambat pada tanggal 17 Februari 2014 pukul 24.00 WIB.
  3. Pengumuman pemenang 12 Maret 2014 pukul 12.00 WIB di Website, Facebook dan Twitter PNPM Mandiri dan PSF, serta pada malam kesenian Temnas 2014
  4. Keputusan tim juri tidak dapat diganggu gugat

HADIAH

LOMBA FOTO
JUARA I    : Uang tunai sebesar Rp 3.000.000,00 + Piagam Penghargaan
JUARA II   : Uang tunai sebesar Rp 2.000.000,00 + Piagam Penghargaan
JUARA III   : Uang tunai sebesar Rp 1.000.000,00 + Piagam Penghargaan

LOMBA BERCERITA
JUARA I    : Uang tunai sebesar Rp 3.000.000,00 + Piagam Penghargaan
JUARA II   : Uang tunai sebesar Rp 2.000.000,00 + Piagam Penghargaan
JUARA III   : Uang tunai sebesar Rp 1.000.000,00 + Piagam Penghargaan

HB IXCeritanya pada pertengahan 1960-an waktu itu, Brigadir Royadin bertugas di pos lantas yang seingatnya kalau tidak di pertigaan depan Stasiun Poncol Semarang, di Simpang Lima, ataupun daerah Jalan MT Haryono. Becak dan delman amat dominan masa itu, persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk-angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman. Brigadir Royadin memandang dari kejauhan, sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan ke depan dengan posisi membentuk sudut 90 derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang saat itu amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.

 

Saat mobil menepi, Brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat. “Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna. “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat-surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca, jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

 

Perlahan, pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh. “Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget, ia mengenali siapa pria itu. “Ya Allah…sinuwun!” kejutnya dalam hati. Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik, naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.

 

“Bapak melangar verbodden, tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir, orang sebesar Sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari Jogja ke Pekalongan yang jauhnya cukup lumayan, entah tujuannya kemana. Padahal beliau adalah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, pernah menjadi  Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 – 20 Desember 1949), Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 – 6 September 1950) dan  menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia (6 September 1950 – 27 April 1951).

Baca Selengkapnya »

Dirjend PMD Kemendagri melalui Surat Nomor : 402/303/PMD tanggal 13 Januari 2014 telah menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan TA. 2014 (Skema Integrasi, Pola Khusus Percepatan dan Penguatan MP3KI). Surat ini berisi 2 (dua) lampiran yaitu Lampiran 1 tentang Petunjuk Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan T.A. 2014 melalui Integrasi Perencanaan dan Lampiran 2 tentang Petunjuk Teknis Operasional (PTO) PNPM Mandiri Perdesaan Pola Khusus Percepatan dan Penguatan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) T.A. 2014.

 

Juklak PNPM-MPd T.A. 2014 pada intinya mengatur tentang proses perencanaan skema integrasi dan skema normal/reguler, persyaratan usulan kegiatan pengganti SPP, kewajiban review RPJMDes dan RKPDes, dan penjelasan alur kegiatan skema integrasi perencanaan T.A. 2014. Sedangkan PTO MP3KI isinya sama persis dengan draft PTO MP3KI yang selama ini sudah beredar, terdiri dari 4 Bab yaitu Bab I berisi Pendahuluan, Bab II Ketentuan Umum, Bab III Mekanisme Pelaksanaan dan Bab IV Pemantauan, Pengawasan dan Pemeriksaan.

 

Isi Juklak PNPM-MPd T.A. 2014 dan PTO MP3KI 2014 selengkapnya silakan download disini.