PNPM Perdesaan Yogyakarta.Pembukaan Pelatihan Penyegaran gelombang 2 (dua) khusus Fasilitator Teknik dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 6 September  2014 di Hotel Rich Sahid bertempat di Jl Magelang km 8 no 18 Yogyakarta pada pukul 20.00.Drs Seno Admojo, M Si selaku PJO Provinsi PNPM Mandiri Perdesaan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kata sambutannya menegaskan bahwa dalam pelatihan ini diharapkan peserta lebih fokus agar materi yang disampaikan pelatih dan nara sumber bisa dipahami secara optimal dan yang tidak kalah pentingnya adalah pasca pelatihan.Hal ini bisa lebih meningkatkan kualitas dalam pendampingan program dan berkaitan dengan diberlakukannya PTO yang baru bisa mensikapi secara arif dalam mengaplikasikan program di lapangan, dan hal yang lebih penting lagi adalah cara pengendaliannya.

Untitled Peserta yang terdiri dari para Fasilitator Teknik di seluruh Kecamatan penerima program ini begitu semangat dan antusias karena semua bisa hadir dan tampak dalam raut mukanya yang menunjukkan rasa senang dengan adanya penyegaran ini. Mungkin kejenuhan mereka yang setiap saat mendampingi di lokasi kegiatannya masing masing dengan beban kerja yang hampir tidak ada waktu untuk melepaskan penatnya baik fisik maupun pikiran sehingga pelatihan penyegaran ini jadi momen bagi teman teman Fasilitator untuk refreshing meskipun tugas tugas dalam mengikuti pelatihan juga tetap menjadi perhatian.

 Pelatihan penyegaran Fasilitator ini dilaksanakan 2 Gelombang yakni gelombang I para Fasilitator Kecamatan Pemberdayaan dan Gelombang 2 yakni para Fasilitator Teknik.Hal ini dilaksanakan mengingat bahwa keberhasilan Program Pemberdayaan Masyarakat sangat dipengaruhi oleh peran fasilitator mulai dari Perencanaan, Pelaksanaan bahkan sampai ke Pemeliharaan.Dinamika perkembangan kegiatan pemebrdayaan masyarakat dalam program PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) mengalami perkembangan yang cukup segnifikan sehingga perlua diimbangi dengan kemampuan fasilitator dari sisi pengetahuan, ketrampilan serta sikap yang mendukung keberhasilan program pemberdayaan tersebut.

Adapun tujuan pelatihan ini adalah:

  1. Merefleksikan pengalaman sebagai lesson learned dalam PNPM MPd,
  2. Meningkatkan kapasitas Fasilitator Kecamatan agar mampu menjalankan tugas fungsinya sebagaimana yang telah menjadi ketetapan manajemen PNPM,
  3. Memberi kan semangat dalam melakukan pendam pingan program di masyarakat.

Untitled111Dengan beberapa penyesuain kebijakan maka materi yang disampaikan juga mengikuti perkem bngan yang ada, diantaranaya adalah: Sosialisasi UU Desa No 6 Tahun 2014 tentang Desa , Perencanaan dan Penganggaran Desa, pemantapan tentang Alur Integrasi, penguatan sistem perencnaan pembangunan Daerah melalui Sistem Perencaan Partisipatif, perencanaan pembangunan berbasis kawasan, pengembangan kualitas RPJMDes, pemilihan paket kegiatan pembangunan berbasis kawasan, praktek lapangan dll.By.Basit

 

 

 

 

 

 

 

Penegasan Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi

 

 

Rakor Provinsi pada Bulan Agustus ini yang dilaksanakan dari tanggal 24 – 27 Agustus 2014 dengan mengambil tempat di Hotel Chrystal Yogyakarta, sesuai dengan kondisi saat ini dimana program PNPM Mandiri Perdesaan masih dalam tahapn pelaksanaan untuk mendongkrak keterlambatan dan juga guna meningkatkan efektifitas pendampingan maka materi yang diangkat dalam forum kali ini adalah “Strategi Pelaksanaan PNPM MPd di D.I Yogyakarta mendasari pada PMK 168/PMK/7/2009 tentang Pengembalian dana yang tidak terserap dan Surat Kemendagri No 900/5383/PMD Tentang Pemotongan Dana UB”. Dalam pembukaan Rakor yang disampaikan oleh PJO Provinsi H.Drs Seno Atmojo,M Si lebih menekankan tentang pendampingan, pengendalian Program dan strategi percepatan sehingga dana bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal, dengan mengingat bahwa di Tahun Anggaran ini perlu adanya penyesuaian PTO yang terbaru dan juga efek dari pemotongan dana pasti akan berpengaruh terhadap pelaksanaan di lapangan.

Mensikapi hasil temuan BPKP dari tahu ke tahun yang hasil temuan relatif sama maka dalam kesempatan ini juga menghadirkan pula pelaku audit dari BPKP guna meningkatkan kualitas pendampingan dan mengantisipasi temuan temuan di masa yang akan datang sekaligus meningkatkan koordinasi guna menyamakan persepsi dalam mengaplikasikan kesesuaian program dengan pelaksanaan di lapangan.

 

rakor

 

Hasil Rakor Provinsi Bulan Agustus 2014

 

  1. PTO 2014 tetap menjadi acuan pelaksanaan PNPM MPd TA. 2014
  2. Untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi intensif dalam strategi pendampingan /fasilitas sehubungan dengan :
    • Pemotongan BLM
    • Percepatan kegiatan terkait capaian kinerja anggaran TA. 2014 : yang belum mencairkan dana APBD Kulonprogo  (11  Kec), Bantul (5 Kec), Gunungkidul (3 Kec) dan Sleman (2 Kec), sejumlah Rp. 5.201.778.000,-
    • Pencairan BLM dan DOK perlu dijadwal ulang agar pada minggu pertama bulan Desember sudah melakukan pencairan 100%.
  3. Terkait dengan temuan BPKP maka untuk dioptimalkan tertib administrasi terutama buku bimbingan/project journal dan jumlah kunjungan Faskab ke Kecamatan & desa
  4. Faskab wajib masuk ke lokasi Kecamatan Phase Out sesuai Penjelasan VIII PTO
  5. Strategi penanganan masalah lebih diprioritaskan penanganan berbasis masyarakat
  6. Masalah yang terjadi di lapangan yang belum dilaporkan segera dilaporkan matrik implementasi & CHS
  7. Untuk hasil Audit bersama di Kecamatan agar segera dibuat & disampaikan ke musyawarah
  8. Membangun motivasi personal dan tugas team untuk menyelesaikan semua tugas pendampingan pada masyarakat
  9. Audit Internal Tim Faskab wajib dilakukan sesuai dengan SOP Audit Internal yaitu seluruh lokasi kecamatan program. Tugas Fokus audit masing-masing Faskab sesuai dengan SOP yaitu :
    • Fasilitator Kabupaten fokus Perencanaan dan Pelestarian
    • Fasilitator Teknik Kabupaten fokus Pelaksanaan dan Pengadaan Barang & Jasa
    • Fasilitator Keuangan fokus Dana BLM dan Dana Bergulir (2 kali setahun termasuk lokasi phase out)
  10. Target setiap Triwulan harus minimal sama dengan KPI. Laporan Audit Internal dikirim setiap bulan bersamaan dengan Laporan Bulanan. Fasilitator Keuangan bertanggungjawab terhadap pelaporan Audit Internal
  11. Mekanisme Perguliran di UPK disesuaikan dengan PTO yang baru. Untuk itu Tim Faskab secara bertahap mendorong FK untuk berkoordinasi dengan masing-masing BKAD dan PJOK untuk melakukan penyesuaian kelembagaan yang ada dalam mekanisme perguliran serta penyesuaian aturan-aturan yang berlaku (penyesuaian AD/ART dan SOP)
  12. Mekanisme Perguliran di UPK disesuaikan dengan PTO yang baru. Untuk itu Tim Faskab secara bertahap mendorong FK untuk berkoordinasi dengan masing-masing BKAD dan PJOK untuk melakukan penyesuaian kelembagaan yang ada dalam mekanisme perguliran serta penyesuaian aturan-aturan yang berlaku (penyesuaian AD/ART dan SOP

 

 

 

 

 

Berita acara satker

Nilai Akhir Hasil Seleksi Aktif F-PPU n

Padukuhan Gondang merupakan bagian dar Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, beberapa waktu yang lalu merupakan dusun yang berdampak langsung atas bencana erupsi Gunung Merapi, hingga saat ini kondisinya masih belum stabil. Bencana letusan merapi telah memisahkan keluarga, kerabat, menghentikan (sementara) denyut nadi perekonomian. Kondisi merapi yang masih labil menjadikan upaya recovery belum berjalan lancar. Efek syok yang dialami sebagian besar penduduk masih membayang. kondisi ini memerlukan pendampingan sehingga tidak berkepanjangan dan memupuskan semangat hidup mereka. Bagaimanapun juga bencana bukan untuk diratapi, tetapi kenyataan yang harus dihadapi untuk ke depan bisa diantisipasi atau diminimalkan dampaknya.

Dusun yang berpenduduk sekitar 350 jiwa dan dengan kondisi wilayahnya tandus dan jauh dari sumber air,dalam kehidupan sehari hari masyarakat masih mengandalkan sebagai petani dan berkebun dalam menopang hidupnya, tentu saja akan sangat berpengaruh bila keberadaan sumber air sangatlah sulit dan hanya mengandalkan kiriman air pada saat musim hujan dan mereka menampung dengan membuat dan menyediakan tampungan air sesuai dengan kemampuan mereka sendiri sendiri, bahkan bila tampungan air sudah habis, tidak ada alternatif lain kecuali harus mengadakan dengan cara membeli air menggunakan truk tanki yang berkapasitas volumenya sekitar 6000 m3 hingga 8000m3 dan harga per truk sekitar 125 ribu rupiah hingga 150 ribu rupiah.

Dengan melihat kondisi semacam itu, maka masyarakat berupaya untuk mencari alternative penyelesaian agar kehidupannya bisa berubah lebih baik lagi.Kedatangan Program PNPM mandiri Perdesaan di wilayah itu segera disambut dengan senang dan penuh berharap, sehingga pada saat penggalian gagasan, permasalahan itu disampaikan dan mereka sepakat untuk mengusulkan kegiatan sarana prasarana berupa pengadaan Air Bersih. Usulan tersebut benar benar didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan tentunya dengan konsekwensi swadaya yang mereka bisa lakukan yakni swadaya tenaga kerja dan uang sesuai dengan kemampuannya masing masing, bahkan dalam mekanisme PNPM Perdesaan usulan tersebut selalu dikawal dari mulai usulan di tingkat Dusun hingga Penentuan Dana di tingkat Kecamatan, dan usaha yang mereka lakukan tidaklah sia sia dan sudah mulai nampak hasilnya yakni usulan tersebut disetujui untuk dilaksanakan dan dari dana PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp.71.000.000,- sedangkan swadaya yang mereka siapkan berupa tenaga dan material bila diwujudkan dalam nilai uang berkisar  Rp 64.000.000,-.

Hasil jerih payah dan semangat serta kekompakan warga masyarakat Dusun Gondang Pusung mulai memetik hasilnya yakni dengan terrealisasikannya usulan yang berupa Bak Penampung berkapasitas 32 m3 dan Perpipaan sepanjang 3019,5 m dari rencana awal perpipaan sepanjang 2130 m, sehingga dari target volume mereka bisa mengembangkan sepanjang 889,5 m suatu prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Dusun Gondang.

gondang air bersihKini mereka telah  memetik hasilnya yakni tersedianya kebutuhan air yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari hari dan tidak usah menunggu musim penghujan tiba. Didepan rumah rumah mereka sudah terpasang kran kran air yang setiap saat bisa digunakan dan air yang mengalir cukup jernih sehingga masyarakat menjadi lebih tenang dan nyaman.

Pola fikir mereka tidak hanya terhenti sampai disitu saja, namun mereka juga berpikir bagaimana agar sarana yang sudah terbangun ini bisa dirasakan selama lamanya, sehingga terbentuklah Organisasi Pengelolaan Air Bersih yang dinamakan OPA Tirto Mulyo yang artinya “dengan air masyarakat menjadi sejahtera dalam hidupnya” dan dengan resmi organisasi ini didirikan pada tanggal 17 Agustus 2013 bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI dan moment tersebut dimanfaatkan untuk meresmikannya. Maksud fungsi OPA ini adalah untuk mengelola dan mendistribusikan air bersih ke warga masyarakat Dusun Gondang secara merata, adil dan proporsional.Saat ini asset yang perlu dipelihara adalah Sumber air Sumur Pompa  mata air Umbul Wadon, bak air berkapasitas 32 m3, perpipaan sepanjang 3019,5 m dan sambungan SR 80 pelanggan.

Agar OPA ini tetap eksis dalam menjalankan ketugasannya dan juga para pelanggan bisa terlayani dengan baik maka dibuatlah kesepakatan antara pengelola dan pelanggan tentang hak dan kewajibannya.

Pengelola mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut:

Kewajiban Pengelola:

  1. Bersama LPMD membuat seluruh peraturan dan ketentuan-ketentuan tantang tata kelola air bersih
  2. Taat dan patuh dalam menjalankan peraturan dan ketentuan yang telah dibuat bersama LPMD
  3. Bertanggungjawab terhadap keamanan aset-aset yang dimiliki dari tindakan-tindakan yang merugikan OPA Tirto Mulyo
  4. Menjaga dan merawat asetaset yang dimiliki agar tetap berfungsi sebagai mana mestinya
  5. Mengatur ketersediaan air dan mendistribusikan ke masyarakat secara adil
  6. Membuat laporan keuangan secara periodik kepada LPMD sebagai bentuk transparansi

Hak Pengelola :

  1. Memberikan teguran, peringatan, penagihan dan pemutusan sambungan ke pelanggan yang terbukti melakukan tindakan yang merugikan OPA Tirto Mulyo dan/atau lalai dalam melaksanakan kewajibannya sesuai dengan derajat kesalahannya
  2. Memperoleh upah yang besarnya ditentukan bersama LPMD

Adapun kewajiban dan Hak  Pelanggan adalah :

Kewajiban :

  1. Setiap penyambngan baru, seluruh biaya material sambungan rumah menjadi beban pelanggan
  2. Membayar iuran tarif, sesuai dengan jumlah pemakaian (sebesar Rp 3.000 /m3)
  3. Tidak melakukan hal-hal yang bersifat merugikan OPA Tirto Mulyo

Hak Pelanggan :

  1. Dalam kondisi alam normal, pelanggan berhak memperoleh layanan air bersih setiap hari
  2. Memberi saran atau kritikan terhadappengelola dengan tujuan pelayanan yang lebih baik

PNPM Mandiri Perdesaan dalam semboyannya “ Bangga Membangun Desa” telah dibuktikan secara nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung dan partisipasi masyarakat menjadi bukti yang nyata bahwa pembangunan di masyarakat bila dilaksanakan oleh masyarakat sendiri akan sangat bermanfaat bagi masyarakat karena merekalah yang tahu akan kebutuhan yang dirasakan.

Tulisan diperoleh dari

Mas Hamid  Staf UPK Kecamatan Cangkringan

Di edit oleh KIE Yogyakarta

sikompak

Penghargaan Pemberdayaan SiKompak 2014 kembali digelar Kementerian Dalam Negeri, di Hotel Grand Sahid Jaya, 4 – 7 Juni 2014. Event ini diselenggarakan sebagai bentuk prenghargaan dan apresiasi kepada pelaku pembangunan, kelembagaan dan insan pemberdayaan masyarakat yang memiliki dedikasi, prestasi dan tanggungjawab dalam pelaksanaan tugasnya di daerah, khususnya melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.

 

Penghargaan Pemberdayaan SiKompak diberikan kepada lembaga, pelaku dan pembina PNPM Mandiri Perdesaan terbaik nasional untuk kategori: Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Perencanaan Pembangunan Desa (PPD), Pendamping Lokal (PL), dan Desa dengan Pemeliharaan Terbaik, serta Fasilitator Kecamatan (FK).

 

Penghargaan juga diberikan kepada para Pembina lembaga dan pelaku pemberdayaan tingkat kabupaten dan provinsi. Pembina terbaik PNPM Mandiri Perdesaan tingkat kabupaten akan diberikan kepada Bupati, dan untuk Pembina terbaik PNPM Mandiri Perdesaan tingkat provinsi akan diterima oleh Gubernur.

 

Penghargaan Pemberdayaan SiKompak diberikan pada  acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri oleh Bupati dan Gubernur lokasi PNPM Mandiri Perdesaan seluruh Indonesia yang rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden, Boediono. Penghargaan bagi lembaga dan pelaku pemberdayaan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD), Kementerian Dalam Negeri selaku Pembina PNPM Mandiri Perdesaan.

 

Seperti diketahui, PNPM Mandiri Perdesaan merupakan program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air, bahkan boleh dikatakan terbesar di dunia. Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota masyarakat didorong terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan paling prioritas di desanya, sampai pada pelaksanaan kegiatan, pengawasan dan pelestariannya. Program ini telah menjangkau kepada peningkatan peran kelembagaan di perdesaan dan aspek perencanaan pembangunan wilayah di perdesaan yang dapat disinergikan dengan dukungan regulasi dan finansial dari Pemerintah Daerah, termasuk peran dan bantuan dari lembaga, instansi dan korporasi di wilayah yang bersangkutan.

 

“Penghargaan Pemberdayaan SiKompak merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Republik Indonesia kepada lembaga dan pelaku pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang punya dedikasi, prestasi dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya di daerah melalui PNPM Mandiri Perdesaan”, demikian Benny Irwan, Kasubdit Pembangunan Partisipatif Ditjen PMD menyampaikan pesannya disela-sela persiapan acara. (kie)

10341772_783040395064023_3499796063713490247_n

Bernas Jogja1

Masyarakat DIY masih butuh PNPM Mandiri Perdesaan, Minimal 10 tahun lagi. Bernas Jogja hal 8.  19 Mei 2014.

baca di link ini —>  http://www.bernasjogja.co/

 

Innalillahi wa inna illa’ihi roji’un
Kami segenap jajaran PNPM MANDIRI PERDESAAN Daerah Istimewa Yogyakarta

Turut Berbela Sungkawa sedalam-dalamnya Atas  Wafatnya

Bapak Drs. H. Kun Wildan, MBA,

Direktur Kelembagaan & Pelatihan Masyarakat Ditjen PMD.

Semoga Khusnul Khotimah dan amal ibadah beliau di terima Allah SWT,

dan Keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan Aamiin


LPJ00022 copyrekruitmen FT copyLPJ00021 copyLPJ0001 copy