Pada hari kamis tanggal 12 April 2012 Desa Bokoharjo Kec. Prambanan Kab. Sleman kedatangan tamu dari para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat. Rombongan yang terdiri dari PMD, PjOK, UPK, BKAD, TPK dan KPMD tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung dan lebih dekat kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh pelaku-pelaku PNPM-MPd terutama di Desa Bokoharjo. Sebelumnya rombongan ini berkunjung ke Kec Berbah untuk melihat pengelolaan dana bergulir UPK Kec Berbah yang pada bulan Maret lalu mendapatkan penghargaan “Si Kompak Awarad” sebagai UPK terbaik nasional kategori kelembagaan.
Rombongan dari Kabupaten Sintang datang di desa Bokoharjo pukul 13.00 di dampingi oleh perwakilan dari Balai PMD Provinsi DI Yogyakarta dan langsung diterima oleh camat Prambanan Sukamto, SH. Ikut menyambut rombongan adalah satker PNPM MPd Kab. Sleman dari Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Bp. Heru, Faskab Kab. Sleman Karnadi Ismono, S.Sos, FTKab Ir. A. Sutrisno, M.Si, FasKeu Damayanti, Sekcam Prambanan Lasiman, S.Sos, PjOK Jamiat A, SE, UPK Kec Prambanan Puji Lestari, S.Sos serta FK Bernadeta Thesis CMHP, ST dan FT Puji hatmoko, ST. Dari pelaku-pelaku desa Bokoharjo dipimpin langsung oleh Kepala desa Bokoharjo Suharyono, SE, TPK, dan KPMD Desa Bokoharjo.
Delegasi Afghanistan yang terdiri dari Menteri Rehabilitasi dan Pembangunan Perdesaan dan National Solidarity Program (NSP-semacam PNPM-nya Afghanistan) melakukan kunjungan ke lokasi PNPM Mandiri Perdesaan di Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan perwujudan dari inisiatif G20 South-South Exchange melalui pertukaran kunjungan antara Afghanistan dan Indonesia. Tujuan kunjungan ini untuk pertukaran pengalaman antara kedua negara di tingkat kebijakan maupun operasional dalam melaksanakan program pembangunan yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
Delegasi terdiri dari 8 orang dari Pemerintah Afghanistan didampingi oleh 5 orang dari Bank Dunia antara lain Bpk. Victor Bouttini dan Alex Setiaji, selama 2 hari tanggal 3-4 April 2012 mengunjungi Yogyakarta . Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, delegasi melakukan diskusi dengan BPKP Perwakilan Yogyakarta, Satker Provinsi dan Korprov, serta mengunjungi lokasi kegiatan PNPM-MPd di Kabupatan Bantul dan Sleman. Di kantor BPKP Perwakilan Yogyakarta, kedatangan delegasi Afghanistan secara khusus disambut dengan gamelan Jawa di lobby kantor yang dimainkan oleh karyawan kantor BPKP.
Dalam rangka memberikan apresiasi kepada pelaku pembangunan dan insan pemberdayaan masyarakat yang memiliki dedikasi, prestasi dan tanggungjawab dalam pelaksanaan tugasnya di daerah, khususnya melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, Kementrian Dalam Negeri memberikan penghargaan “Si Kompak Award”. Penghargaan “Si Kompak Award” diberikan kepada lembaga, pelaku dan pembina PNPM-MPd terbaik nasional untuk kategori : Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Pendamping Lokal (PL), dan Perencaan Pembangunan Desa (PPD).
Tahun 2012 ini Provinsi DIY mendapatkan satu penghargaan sebagai UPK terbaik kategori kelembagaan atas nama UPK Kec. Berbah Kab. Sleman. Penghargaan juga diberikan kepada para pembina UPK Kec Berbah yaitu kepada Bupati Sleman sebagai Pembina tingkat kabupaten dan Gubernur DIY sebagai Pembina tingkat provinsi. Penyerahan penghargaan dilakukan pada Rakernas PNPM-MPd di Jakarta tanggal 27 Maret 2012 yang dibuka langsung oleg Wakil Presiden RI Bpk. Boediono. Penghargaan sebagai pembina UPK terbaik tingkat provinsi diwakili oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam IX diserahkan langsung oleh Wapres RI, penghargaan sebagai pembina UPK terbaik tingkat kabupaten diterima oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, M.Si diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri dan penghargaan sebagai UPK terbaik bidang kelembagaan diterima oleh Ketua UPK Berbah Sdr. Bayu Nurwijaya diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri.
Bupati Kulon Progo dr Hastho Wardoyo, Sp.OG pada hari Minggu tanggal 25 Maret 2012 meninjau launching pelaksanaan bedah rumah yang dibiayai dari bantuan langsung RTM surplus tahun 2011 UPK “Ngudi Raharjo” Kec Lendah. Surplus bersih tahun 2011 UPK “Ngudi Raharjo” Kec Lendah sebesar Rp. 326.652.456,- dialokasikan untuk bantuan langsung RTM/dana social sebesar Rp. 97.665.456,- (20%). Alokasi ini sudah sesuai ketentuan program dimana untuk bantuan langsung RTM minimal sebesar 15% dari surplus bersih. Dari Rp. 97.665.456,- tersebut sebesar 96 juta dialokasikan untuk bantuan pebaikan rumah tidak layak huni sebanyak 12 rumah keluarga miskin di 6 desa. Sisa alokasi dana social direncanakan untuk bantuan darurat misalnya bencana alam dsb. Penerima bantuan bedah rumah masuk dalam daftar album kemiskinan pemerintah kabupaten. Alokasi bantuan bedah rumah masing-masing rumah sebesar 8 juta per rumah dengan model pelaksanaan bedah rumah diserahkan ke masing-masing desa. Dana social dipakai untuk membeli bahan sedangkan tenaga kerja secara swadaya masyarakat setempat. Disamping bantuan dari dana social UPK, ada dana tambahan bantuan per rumah 1 juta dari donator pejabat di lingkungan dinas/instansi Kab Kulon Progo.
Ada yang lain pada Rakor PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi DIY bulan February 2012 ini….Panitia mengundang narasumber khusus dokter Joko Santoso, M.Kes yang juga Kabag Analisa Kebijakan KB dan Pemberdayaan Masyarakat pada Biro Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan, Setda DIY. Sebenarnya dokter Joko membawakan materi utama Kebijakan Pengentasan Kemiskinan di DIY, namun setelah materi utama selesai dilanjutkan dengan materi khusus food combining ini. Materi ini beranjak dari semakin banyaknya fasilitator yang over weight dan bahkan beberapa terserang penyakit pembuluh darah seperti hipertensi dan stroke. Dalam presentasinya dr. Joko Santoso, M.Kes yang pernah mengidap berbagai penyakit seperti diabetes, kolesterol, gangguan fungsi hati, hipertensi, kegemukan, dll membagi pengalaman pribadinya dalam menerapkan food combining sehingga sekarang sehat dan berat badan seimbang. Menurut dr Joko, gejala dari kurang NUTRISI antara lain sering merasa lesu, mudah lelah, stamina yang loyo, suka marah, susah buang air besar, haid tidak teratur dan terasa nyeri, sering terserang batuk dan atau flu, depresi, kurang nafsu makan, ingin ngemil terus, dll. (sumber: general info WHO)
Kelompok Posyandu Melati Pedukuhan Demen Desa Wijimulyo Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo berdiri pada tanggal 18 Desember 2002. Kegiatan posyandu ini awalnya berupa penimbangan berat badan, Pemberian Makanan tambahan (PMT), pengukuran tinggi badan, dan lingkar kepala untuk balita. Pertemuan rutin kelompok pada tanggal 20 setiap bulannya, bersamaan dengan kelompok PKK pedukuhan. Untuk membantu perekonomian keluarga, ibu-ibu di pedukuhan Demen membuat tenun untuk stagen pada tahun 1995. Namun karena terkendala permasalahan klasik untuk meningkatkan usaha berupa keterbatasan modal, maka 10 orang anggota posyandu (6 orang di antaranya termasuk RTM/Keluarga Miskin) dengan Pengurus yang terdiri dari ketua : ibu Harti, sekretaris ibu Marsiyah, dan bendahara ibu Parmi mengajukan proposal pengajuan pinjaman program ke UPK “Nanggulan Sejahtera” PNPM Mandiri Perdesaan Kec Nanggulan.
PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi DIY mengadakan rapat koordinasi tingkat provinsi tanggal 14 sampai dengan 16 Februari 2012 di Hotel Jayakarta. Rapat ini dihadiri oleh Satker Provinsi, Satker Kabupaten, Korprov beserta spesialis provinsi, seluruh fasilitator kabupaten dari 4 kabupaten. Sesuai panduan rakor provinsi terbaru, rakor provinsi tahun 2012 ini berbeda dengan tahun 2011 lalu dimana tahun lalu diadakan setiap bulan namun untuk tahun 2012 hanya dilakukan sebanyak 6 kali atau 2 bulan sekali. Rakor bulan Februari ini merupakan rakor pertama di tahun 2012.
Bupati Kulon Progo dr. Hasto Wardoyo, SpOG(K) bersama Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) pada hari Senin tanggal 6 Februari lalu mengadakan monitoring bersama PNPM Mandiri Perdesaan di Kec Nanggulan. Kunjungan diawali di Desa Tanjungharjo di rumah Bapak Samijo, seorang pengrajin tas berbahan dasar tali dari pohon pandan. Di tempat ini Bupati dan KaBPPM menyerahkan hadiah dan piagam dari Menteri Dalam Negeri kepada Bapak Samijo karena yang bersangkutan saat lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) nasional tahun 2011. Penemuannya berupa mesin pemintal tali pandan berhasil menang sebagai juara Harapan I.
Bupati Sleman Sri Purnomo pada tanggal 27 Januari lalu berkenan meninjau sekaligus meresmikan hasil-hasil kegiatan PNPM-MPd Paska Bencana dan Padat Karya di seluruh 5 desa di Kec Cangkringan. Turut hadir bersama Bupati antara lain Asisten Sekda Bidang Pembangunan, Ketua Bappeda, Kepala DPU, beberapa kepala SKPD Kabupaten, Satker Provinsi, Korprov, dan tamu undangan lainnya.
Kunjungan pertama di lokasi pembangunan Jembatan Lengkung Bentang 10 m di Dusun Pentingsari Desa Umbulharjo. Pada kesempatan ini PjOK menyampaikan bahwa pembangunan jembatan belum bias sempurna terkendala batasan nilai 1 usulan maksimal 350 juta padahal sebenarnya kebutuhan untuk pembangunan jembatan ini sebenarnya lebih dari 350 juta. Dengan dana Rp. 316.570.000,- konstruksi utama jembatan dan talud pengaman bias selesai namun alah satu sisi oprit belum sempurna karena masih cukup curam walaupun sudah diperkeras dengan cor beton. Bupati meminta Kepala DPU untuk memerintahkan anak buahnya melakukan kajian apakah memungkinkan ada dana dari DPU untuk menyempurnakan oprit tersebut.






