Setetes air kehidupan dari PNPM Mandiri Perdesaan

Selama bertahun-tahun penduduk Dusun Ngelosari Desa Srimulyo Kec Piyungan Kab Bantul harus rela berjalan kaki naik turun bukit sejauh 2-3 km  untuk mengambil air dari sumber air terdekat. Waktu mereka sebagian besar hanya dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut. Pada tahun 1990-an pemerintah memberikan bantuan dengan membangun bak Hidran Umum di 2 titik yang mengambil air dari sumber  tersebut. Penduduk Ngelosari sedikit berkurang bebannya, tetapi haru rela antri berjam-jam untuk mendapatkan 1 jerigen air. Kondisi seperti itu berjalan bertahun-tahun.

Pada tahun 2009 Dinas PU Prov DIY membangun jaringan sarana air bersih dengan sumber air dari pengeboran sumur dalam dan diangkat ke atas menggunakan pompa listrik. Namun demikian jaringan air bersih tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan segenap masyarakat 2 dusun yang sangat membutuhkan air yaitu Dusun Prayan dan Ngelosari, baru bisa menjangkau Dusun Prayankarena jaringan pipa dan bak reservoir masih 3,3 km dari wilayah dusun Ngelosari yang terletak di atas bukit.

 

Untuk mencukupi kebutuhan air, disamping harus berjalan naik turun bukit, atau antri jerigen air berjam-jam, mereka juga harus rela mengeluarkan uang untuk membeli air melalui truk tangki air. Harga 1 truk dengan volume 5.000 liter adalah Rp 90.000,-. Dapat dibayangkan jika kebutuhan rumah tangga 1 minggu 1 tangki air, maka dalam satu bulan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 360.000,-.

 

Permasalahan ini akhirnya dibawa dalam rembug desa di forum Musdus Ngelosari sampai Musdes di desa Srimulyo dan disepakati menjadi prioritas usulan ke PNPM Mandiri Perdesaan TA 2011 Kec Piyungan. Pada MAD Prioritas yang dilaksanakan berbarengan dengan Musrenbang Kecamatan tanggal 1 Maret 2011 dan MAD Pendanaan tanggal 29 Maret 2011 usulan pembangunan jaringan air bersih dan bak air di dusun Ngelosari Desa Srimulyo ini terdanai berupa pembangunan 1 bak reservoir ukuran 5x4x2 m3; 10 bak HU kapaistas 3 m3, dan jaringan perpipaan sepanjang 3.300 m’ dengan dana Rp. 143.852.500,- dari PNPM dan swadaya masyarakat Rp. 129.661.500,- . Besarnya swadaya masyarakat ini disebabkan dahaganya mereka akan kebutuhan air bersih sehingga masyarakat begitu antusias dan berupaya jaringan air bersih bisa sampai ke rumah-rumah mereka.

 

Jaringan air bersih dari PNPM Mandiri Perdesaan ini dapat dimanfaatkan oleh 159 KK penduduk Dusun Ngelosari. Mereka dapat menikmati air sampai di rumah masing-masing. “ Kebutuhan air cukup untuk makan, minum, mencuci dan ternak kami pun bisa ikut menikmati,” ucap Mbah Marsudi (80 th) salah satu warga RT 04 Dusun Ngelosari. “Kami tidak perlu antri dan membeli air lagi” imbuhnya. Apa yang disampaikan Mbah Marsudi juga dirasakan warga masyarakat Ngelosari lainnya. Jika dulu mereka harus membeli air yang kalau dihitung harganya Rp. 18.000,- per-M3 maka sekarang dengan adanya jaringan air bersih sampai ke rumah cukup dengan membayar Rp. 4.000,- per-M3 dengan abonemen bulanan Rp. 5.000,-. Pemeiharaan  jaringan pipa dan bak air dikelola oleh masyarakat melalui kelompok pemakai air “Tirta Jaya Manunggal”.

 

Leave a Reply