Posts Tagged ‘PNPM Mandiri Yogyakarta’

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) “Mekarsari” PNPM Mandiri Perdesaan Kec Tepus Kab Gunungkidul hingga saat ini mengelola asset sebesar Rp. 3.126.812.251,-  komulatif hasil modal awal dari program sejak tahun 1998 dan perguliran dana. Hingga saat ini UPK telah mengelola 255 kelompok pemanfaat, dengan perincian 95 kelompok Usaha Ekonomi Produtif (UEP), 128 kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP), 2 kelompok Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM-sebuah terobosan pemberian dana bergulir untuk masyarakat miskin absolut). Dari 255 kelompok pemanfaat tersebut, jumlah penerima manfaat  laki – laki sebanyak 272 orang, jumlah penerima manfaat perempuan sebanyak 2.247 orang sehingga total penerima manfaat sebanyak 2.510 orang.
Bencana erupsi gunung Merapi membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat sekitar gunung Merapi meliputi Kab Sleman di Provinsi DIY, Kab Klaten, Boyolali dan Magelang di Provinsi Jawa Tengah. Erupsi gunung Merapi meluluhlantakkan pemukiman penduduk di radius 5 Km dari puncak Merapi, menyapu pepohonan dan bangunan-bangunan yang ada, merusak perekonomian masyarakat, dan menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap bencana ini dan telah menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kembali perekonomian masyarakat dan infrastruktur yang rusak.
Untuk itu, selain program reguler melalui PNPM Mandiri Perdesaan dan PNPM Mandiri Perkotaan, maka pemerintah juga akan meluncurkan PNPM Modifikasi model padat karya cash4work hibah dari multi donor USAID, AUSAID, dll. Program padat karya cash4work ini disalurkan melalui  PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, dan Java Reconstruction Fund (JRF)/Rekompak. Pencanangan program padat karya cash4work ini dilakukan oleh Deputy VII Menkokesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat  Bpk Dr. Ir. Sujana Royat pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2011 lalu bertempat di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah.
Surplus/laba bersih Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi DIY tahun 2010 mencapai Rp. 12.122.954.114,- merupakan jumlah komulatif surplus dari 56 UPK di 4 kabupaten di DIY. Surplus terbesar di Kec Galur Kab Kulon Progo sebesar Rp. 491.081.244,- dan surplus terkecil di Kec Sedayu Kab Bantul sebesar Rp. 34.818.710,-. Dari alokasi surplus 12,1 Milyard tersebut, Rp. 8.453.093.162,- atau 69,73% untuk penambahan modal UPK, Rp. 1.058.848.254,- atau 8,73% untuk pengembangan kelembagaan, Rp. 2.055.950.516,- atau 16,96% untuk Bantuan Langsung RTM/Dana Sosial, Rp. 385.034.065,- atau 3,18% untuk bonus pengurus UPK. Yang cukup menggembirakan, alokasi surplus untuk Bantuan Langsung RTM atau biasa disebut Dana Sosial untuk orang miskin nilainya cukup besar 2 Milyard lebih. Dana sosial ini diwujudkan dalam bentuk bantuan hibah kepada orang miskin berupa hibah kambing, bedah rumah/lantainisasi/MCK, beasiswa/kelengkapan sekolah, prasarana usaha, dll.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan merupakan salah satu program pembangunan dalam rangka mengentaskan kemiskinan dengan salah satu kegiatannya SPP atau Simpan Pinjam (untuk kelompok) Perempuan. Terlepas dari isu gender yang telah dirintis oleh RA Kartini, peranan kaum perempuan dalam kegiatan ekonomi pada saat ini sangat besar, baik pada sektor formal maupun non formal. Pada sektor non formal inilah yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan dalam upaya mendorong eksistensi kaum perempuan dalam segala bidang pembangunan.

Selama ini kegiatan  kelompok SPP hanyalah berupa pertemuan untuk mengumpulkan angsuran anggota saja. Terbersit sebuah keinginan dari UPK Kec Sewon bagaimana agar pertemuan kelompok ini tidak hanya sekedar mengumpulkan angsuran anggota namun sekaligus  dimanfaatkan bagi anggota dan pengurus menyampaikan berbagai permasalahan, baik masalah usaha yang dijalankan, angsuran SPP, pendidikan keluarga, kesehatan keluarga, kondisi sosial keluarga, kondisi lingkungan sosial kemasyarakatan, seni dan budaya.

 

Read the rest of this entry »